in

Studi Baru Ungkap Minyak Cengkih Mampu Mengatasi Gigi Sensitif

Makanan atau minuman dingin dapat memicu rasa sakit dan ngilu pada gigi yang rusak atau sensitif. Para ilmuwan belum sepenuhnya memahami bagaimana sinyal rasa sakit tersebut dihantarkan, namun sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Science Advances mengungkapkan penyebab utama timbulnya sensitivitas dingin pada gigi, yaitu protein yang disebut TRPC5.

Seorang profesor di Friedrich-Alexander University, Jerman yang sedang melanjutkan penelitian postdoctoral di lab David Clapham, Harvard Medical School, Katharina Zimmermann mengatakan ada perawatan untuk mengatasi gigi sensitif. Penelitiannya tersebut diterbitkan dalam jurnal Science Advance.

Katharina memfokuskan studinya pada sinyal sakit dengan menargetkan molekul yang disebut TRPC5, yang letaknya di antara pulpa lunak bagian dalam dan lapisan luar yang keras dari gigi yang terdiri dari dentin, lalu email.

“Enamel tidak seperti dentin lapisan berikutnya. Dentin terhubung ke pulpa paling dalam, tempat tinggal sel-sel saraf. Jika dentin terekspos, setelah kerusakan gigi atau penyakit gusi misalnya, rangsangan yang menyakitkan seperti suhu atau cairan tertentu akan menyebabkan nyeri,” jelas Katharina, dikutip dari BBC.

Dr Zimmermann mengatakan, pada gigi manusia dengan lubang dan karies gigi, ia menemukan sejumlah besar saluran TRPC5 yang diatur lebih tinggi, dan oleh karena itu ada rekayasa penghambat TRPC5 yang dapat diterapkan secara lokal ke gigi melalui strip atau permen karet mungkin akan menjadi sangat membantu dalam mengobati sakit gigi atau hipersensitivitas dentin.

Ia memberi contoh obat rumahan seperti minyak cengkih yang mengandung bahan kimia yang disebut eugenol yang menghalangi jalur TRPC5 ini. Namun ia tidak merekomendasikan cara ini untuk digunakan sendiri. Peneliti menyarankan agar Anda tetap memeriksakan diri ke dokter setiap mengalami sakit gigi atau gigi sensitif.

Minyak cengkih hanya mengobati sementara atau seterusnya?

Para peneliti menyarankan bahwa sensitivitas terhadap rasa dingin bisa menjadi sinyal peringatan bagi tubuh untuk membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada gigi. Sel odontoblas akan lebih aktif dalam cuaca dingin, dan penurunan suhu biasanya menandakan bahwa gigi lebih terekspos.
Gigi manusia menyimpan banyak misteri dan sangat sulit dipelajari. Penelitian secara keseluruhan bahkan memakan waktu lebih dari satu dekade, namun temuan terkait peran baru TRPC5 dan sel odontoblas ini dapat menjadi dasar untuk penelitian lanjutan di masa depan.

Sedangkan Prof Damien Walmsley dari British Dental Association (BDA) mengatakan memblokir rasa sakit mungkin memberikan bantuan sementara, tetapi penting untuk mengobati dan mencegah penyebabnya. Menyikat secara teratur dapat menghentikan penyakit gigi dan gusi.

“Penelitian ini menarik, tetapi kami tidak dapat mengabaikan penyebab yang mendasari sensitivitas gigi, atau persepsi orang tentang nyeri. Dokter gigi dapat menangani penyebabnya dengan mencabut kerusakan gigi, dan memberi nasihat tentang pasta gigi untuk gigi sensitif,” kata Prof. Damien.

Kerusakan gigi terjadi ketika enamel dan dentin gigi menjadi lunak oleh serangan asam setelah makan atau minum apapun yang mengandung gula, kata BDA.

Seiring waktu, asam membuat rongga (lubang) pada gigi.

Risiko kerusakan gigi Anda meningkat dengan seberapa sering Anda mengonsumsi makanan atau minuman manis atau asam, jadi sebaiknya batasi pada waktu makan.

Ia mengatakan bahwa di masa depan, agen penghambat TRPC5 dapat dimasukkan ke dalam pasta gigi dan produk gigi untuk mencegah nyeri akibat sensitivitas.

sumber: https://www.liputan6.com/health/read/4519560/studi-baru-ungkap-minyak-cengkih-mampu-mengatasi-gigi-sensitif

Written by mbak lintang