in

Sama-sama ‘Angin’, Ini Perbedaan Masuk Angin Vs Angin Duduk

Masuk angin dan angin duduk tak jarang dianggap sebagai keluhan yang sama. Padahal, keduanya ternyata sangat berbeda. Masuk angin merupakan kondisi di mana tubuh terinfeksi oleh salah satu jenis virus common cold, yakni rhinovirus, yang menyebabkan timbulnya sejumlah gejala seperti meriang, kembung, dan mual. Sedangkan angin duduk atau angina pektoris merupakan kondisi di mana dada terasa nyeri karena otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen.

Masuk angin beda ya dengan angina. Kalau angina itu adalah suatu kondisi di mana terjadi nyeri dada akibat otot jantung tidak mendapat suplai oksigen yang cukup. Sehingga memang angina pektoris ini menjadi suatu tanda adanya suatu kelainan pada vaskularisasi jantung, pada pembuluh darah jantung yang membawa oksigen ke dalam otot jantung.

Berbeda dengan masuk angin yang hanya menimbulkan gejala ringan dan dapat diatasi dengan istirahat cukup serta konsumsi makanan sehat, angin duduk merupakan kondisi yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis.

 

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala utama yang ditimbulkan oleh angin duduk adalah nyeri di dada. Pada beberapa orang, angina juga menyebabkan nyeri di lengan, leher, rahang, bahu, dan punggung. Sementara itu, gejala lainnya yang juga kerap dirasakan meliputi:

Pusing
Kelelahan
Mual
Napas pendek
Berkeringat
Seseorang yang mengalami sejumlah gejala di atas maka diharuskan untuk segera menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebab, angina juga bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung.

Amankah Berpuasa Saat Masuk Angin?

Menjaga daya tahan tubuh merupakan hal yang penting dilakukan, terutama saat berpuasa di bulan Ramadhan. Sebab, saat imunitas tubuh menurun, salah satu kondisi yang kerap dikeluhkan oleh banyak orang adalah masuk angin. Sebentar, sebenarnya masuk angin itu apa?

Dalam keseharian, berbagai keluhan tidak enak badan sebenarnya bisa disebut ‘masuk angin’. Menurut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr (Cand) dr Inggrid Tania, M Si (Herbal), yang biasa disebut sebagai masuk angin dalam keseharian biasanya adalah infeksi common cold atau virus selesma.

Menurut dr Inggrid, tidak ada larangan spesifik untuk berpuasa ketika sedang masuk angin. Jika perlu minum obat, bisa diminum setelah buka puasa atau menjelang sahur.

Namun, dr Inggrid menyarankan bahwa sebaiknya seseorang yang masuk angin jangan berpuasa dulu. Sebab, saat masuk angin artinya tubuh sedang terkena infeksi virus, sehingga membutuhkan waktu untuk pulih. Meski gejala yang ditimbulkan oleh virus termasuk gejala ringan, tubuh tetap membutuhkan asupan gizi yang lengkap dan seimbang.

“Artinya kan kalau orang terkena infeksi virus, walaupun memang ringan, dia harus betul-betul tercukupi kebutuhan gizinya yang lengkap dan seimbang,” ujar dr Inggrid.

“Yang mestinya 3 kali sehari dengan 2 kali snack, kemudian istirahat tidurnya juga jangan kurang, yang cukup, kemudian minum juga harus cukup. Bahkan, harus ditambah lagi dengan cairan lain, misalnya dengan jus buah-buahan, jamu, obat herbal,” katanya.

Akan tetapi, bagi orang yang memang merasa kuat walaupun merasakan gejala masuk angin, maka tidak apa jika ingin berpuasa. Hanya saja, diperlukan manajemen pengobatan yang benar, yaitu dengan mengonsumsi obat-obatan saat sahur dan berbuka.

“Tapi kan kita juga tidak memaksa. Ada orang yang memang tetap ingin berpuasa walaupun sedang masuk angin. Nah ini memang perlu menyiasatinya, mengobatinya, dengan manajemen yang benar. Tetapi akan lebih baik lagi tidak berpuasa dulu,” tutupnya.

sumber: https://health.detik.com/detiktv/d-5534479/amankah-berpuasa-saat-masuk-angin-ini-pesan-dokter

Written by mbak lintang